arti mujahadah menurut nu

Kata Pengantar

Halo, selamat datang di hulala.co.id! Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas makna mujahadah dari sudut pandang Nahdlatul Ulama (NU), sebuah organisasi keagamaan Islam terbesar di Indonesia. Mujahadah, sebuah konsep yang sangat penting dalam ajaran Islam, memiliki makna yang sangat mendalam dan luas, terutama dalam pandangan NU. Melalui artikel ini, kita akan menyelami pemahaman mujahadah menurut NU, lengkap dengan segala aspek dan implikasinya.

Pendahuluan

1. Pengertian Mujahadah

Mujahadah, secara bahasa, berasal dari kata “jihad” yang berarti berjuang. Dalam konteks keagamaan, mujahadah dimaknai sebagai perjuangan melawan hawa nafsu dan segala bentuk godaan yang menghalangi seseorang dari jalan kebenaran. Mujahadah adalah upaya untuk mengendalikan diri, menundukkan hawa nafsu, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2. Mujahadah dalam Ajaran Islam

Mujahadah menempati posisi penting dalam ajaran Islam. Al-Qur’an dan Hadits banyak menekankan pentingnya perjuangan melawan hawa nafsu. Salah satu ayat Al-Qur’an yang terkenal tentang mujahadah adalah “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia tidak menjadikan untuk kamu dalam agama sesuatu yang sulit.” (QS. Al-Hajj: 78).

3. Tujuan Mujahadah

Tujuan utama mujahadah adalah untuk mencapai ketakwaan, yaitu keadaan dekat dengan Allah SWT. Dengan menaklukkan hawa nafsu dan godaan, seseorang dapat memurnikan hatinya, meningkatkan keimanannya, dan menjadi lebih taat kepada perintah Allah SWT.

4. Jenis-Jenis Mujahadah

Mujahadah dapat dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

  • Mujahadah nafsiyyah, yaitu perjuangan melawan hawa nafsu dan keinginan duniawi.
  • Mujahadah syaitaniyyah, yaitu perjuangan melawan bisikan dan godaan setan.
  • Mujahadah hubbiyyah, yaitu perjuangan untuk mengendalikan cinta dan kasih sayang yang berlebihan.

5. Metode Mujahadah

Ada berbagai metode yang dapat digunakan untuk melakukan mujahadah, antara lain:

  • Puasa, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan berhubungan seksual pada waktu-waktu tertentu.
  • Sholat, yaitu ibadah wajib yang dilakukan secara teratur.
  • Dzikir, yaitu mengingat Allah SWT dengan cara menyebut nama-Nya atau membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an.

6. Tingkatan Mujahadah

Tingkat mujahadah yang dicapai seseorang dapat berbeda-beda. Tingkatan mujahadah tersebut meliputi:

  • Mujahadah an-nafsul ammarah, yaitu tingkat awal mujahadah, di mana hawa nafsu masih sangat dominan.
  • Mujahadah an-nafsul lawwamah, yaitu tingkat di mana hawa nafsu sudah mulai terkendali.
  • Mujahadah an-nafsul mutmainnah, yaitu tingkat di mana hawa nafsu sudah benar-benar tunduk.
  • Mujahadah an-nafsul radhiyah mardhiyyah, yaitu tingkat tertinggi mujahadah, di mana seseorang sudah mencapai kesempurnaan dalam mengendalikan diri.

7. Penghargaan bagi Pelaku Mujahadah

Allah SWT memberikan penghargaan yang besar bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam melakukan mujahadah. Penghargaan tersebut antara lain:

  • Kedekatan dengan Allah SWT.
  • Kemenangan atas hawa nafsu dan setan.
  • Surga dan kebahagiaan abadi.

Kelebihan dan Kekurangan Mujahadah Menurut NU

1. Kelebihan Mujahadah

  • Memurnikan Hati: Mujahadah membantu membersihkan hati dari noda-noda dosa dan sifat-sifat tercela.
  • Meningkatkan Ketakwaan: Dengan menaklukkan hawa nafsu, mujahadah membawa seseorang lebih dekat kepada Allah SWT.
  • Memperoleh Pahala dan Surga: Allah SWT menjanjikan pahala besar dan surga bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam melakukan mujahadah.
  • Menjadi Pribadi yang Lebih Baik: Mujahadah membantu seseorang menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi orang lain.
  • Membentuk Karakter Tangguh: Melalui mujahadah, seseorang dapat membentuk karakter yang tangguh dan mampu menghadapi segala cobaan.
  • Menghindarkan Diri dari Kemaksiatan: Mujahadah membantu seseorang menghindari dosa dan perbuatan tercela.
  • Menyiapkan Diri untuk Akhirat: Mujahadah merupakan bekal yang sangat berharga untuk menghadapi kehidupan akhirat.

2. Kekurangan Mujahadah

  • Butuh Perjuangan dan Pengorbanan: Melakukan mujahadah memerlukan perjuangan dan pengorbanan yang besar.
  • Tidak Mudah Dijalankan: Hawa nafsu dan godaan merupakan musuh yang sangat kuat, sehingga tidak mudah untuk menaklukkannya.
  • Dapat Menimbulkan Keletihan: Mujahadah yang berlebihan dapat menimbulkan kelelahan fisik dan mental.
  • Perlu Bimbingan Guru: Agar mujahadah dapat berjalan dengan benar, diperlukan bimbingan dari seorang guru yang ahli dan berakhlak mulia.
Kelebihan Kekurangan
  • Memurnikan Hati
  • Meningkatkan Ketakwaan
  • Memperoleh Pahala dan Surga
  • Menjadi Pribadi yang Lebih Baik
  • Membentuk Karakter Tangguh
  • Menghindarkan Diri dari Kemaksiatan
  • Menyiapkan Diri untuk Akhirat
  • Butuh Perjuangan dan Pengorbanan
  • Tidak Mudah Dijalankan
  • Dapat Menimbulkan Keletihan
  • Perlu Bimbingan Guru

FAQ

  1. Apa itu mujahadah?
  2. Apa tujuan dari mujahadah?
  3. Apa saja jenis-jenis mujahadah?
  4. Bagaimana cara melakukan mujahadah?
  5. Apa saja tingkatan dalam mujahadah?
  6. Apa saja kelebihan dari mujahadah?
  7. Apa saja kekurangan dari mujahadah?
  8. Apakah mujahadah hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu?
  9. Bagaimana jika seseorang merasa sulit melakukan mujahadah?
  10. Apakah mujahadah harus dilakukan dengan cara yang ekstrem?
  11. Bagaimana peran seorang guru dalam mujahadah?
  12. Apakah mujahadah merupakan kewajiban bagi setiap muslim?
  13. Apa saja dampak positif dari mujahadah?

Kesimpulan

1. Pentingnya Mujahadah

Mujahadah merupakan amalan yang sangat penting dalam ajaran Islam. Melalui mujahadah, seseorang dapat memurnikan hatinya, meningkatkan ketakwaannya, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mujahadah juga membantu seseorang menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi orang lain.

2. Cara Melakukan